Caracara melakukan taubat nashuha : 1. Meninggalkan kemaksiataan yang dilakukannya. 2. Menyesali perbuatannya. 3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya. 4. Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka hendaklah ia
Tidaklah sah taubat kecuali dengan mengetahui bahwa perbuatan itu merupakan dosa, mengakui bahwa kita telah melakukannya, dan berusaha melepaskan diri dari akibat buruk dari dosa tersebut baik di dunia maupun di akhirat” (Madarijus Salikin: 1/235). Adapun Syarat syarat taubat atau tata cara taubat nasuha meliputi beberapa hal sebagai berikut.
KisahBenar : Taubat nasuha dari seorang pramugari Sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jemaah itu, saya pun bergegas menuju ke arah wanita berkenaan. Kakak ni sakit, kata saya pada jemaah-jemaah yang lain. Suasana yang tadinya tenang serta merta bertukar menjadi cemas. Semua jemaah nampak panik dengan apa yang
CaraTaubat Nasuha. Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan bagi siapapun yang ingin bertaubat nasuha, yakni melakukan sholat, memperbanyak dzikir, berdoa kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Nabi Muhammad SAW bersabda dalamsebuah hadist: ADVERTISEMENT. "Setiap orang yang berbuat dosa, lalu ia bergegas melakukan
Beliaujuga mengatakan, “Taubat nasuha yang diterima Allah, dapat mengangkat pelakuknya menjadi lebih agung dari sebelumnya. Sebagaimana perkataan sebagian ulama salaf, “Kalau bukan karena taubat yang lebih dia cintai, maka makhluk yang paling mulia tidak akan diuji dengan dosa. Orang musyrik ketika dia bertaubat, maka Allah akan
Setiaporang punya hutang, itulah masalah utama yang hampir ada disemua keluarga. Yang sudah terlanjur bermasalah dan ingin cepat melunasinya dan terbebas dari jeratan hutang ada caranya silahkan
Biasanyadosa yang memerlukan taubat adalah dosa yang besar seperti musyrik, syirik, melakukan zina, melakukan pembunuhan, korupsi dan memakan harta anak yatim serta dosa yang lainnya. Cara mengerjakan shalat taubat nasuha sama halnya dengan sholat pada umumnya. Yang membedakan hanya terdapat dalam niatnya saja. Niat Sholat Taubat
Ceritaini kemudian diriwayatkan kembali oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Seorang pemuda kejam itu telah membunuh 99 orang di daerah tempat tinggalnya, hingga ia berada di titik jenuh dan berniat untuk melepaskan dosa-dosanya dengan bertaubat kepada Allah. Dengan keinganan taubat yang memburu dadanya, pemuda tersebut mendatangi Rahib/Abid.
Pertanyaan Ustadz tentang kisah orang yang membunuh hingga 100 yang tadi ustadz sampaikan pada akhirnya masuk surga karena bertobat tapi bukankah dosa yang dilakukannya berhubungan dengan manusia dan dosa pada manusia harus minta maaf pada manusia kan ustadz. Mohon penjelasannya ustadz, jazaakallahu khairan.
BukuIslam . Resensi Buku ; Penerbit ; E-book
Gvem. Beberapa riwayat banyak menyebutkan bahwa kumpulan dosa yang mendapatkan ampunan dari Sang Maha Pengampun adalah dosa yang telah disesali dan ditobati dengan taubatan nasuhah tobat yang sungguh-sungguh, bukan tobat yang kaleng-kaleng. Dalam kitab al–Matsnawi karya Jalaludin Rumi disebutkan bahwa istilah taubatan nasuhah taubat nasuha diilhami dari kisah seorang pemuda yang bernama Nasuh. Berikut kisah masih muda Nasuh bekerja sebagai seorang pelayan di pemandian perempuan, sehingga Nasuh menyamarkan dirinya dengan pakaian perempuan agar identitas aslinya tidak terbongkar. Di pemandian tersebut, Nasuh biasa melakukan intrik yang sangat memalukan dan hina bagian ini tidak perlu diceritakan secara rinci, sebab pembaca jauh lebih pandai dalam berimajinasi terhadap para gadis yang datang ke buruk Nasuh terus belanjut dalam kurun waktu tertentu, hingga Nasuh tiba di suatu waktu yang membuka mata hatinya terhadap perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Nasuh memutuskan untuk pergi bertemu orang yang suci dan meminta didoakan agar dosa-dosanya diampuni oleh Sang Pemilik Orang Suci tidak menyebut dosa-dosa Nasuh, kecuali hanya dengan sebuah doa “Semoga Pemilik Semesta menganugerahimu pertobatan atas dosa yang menyelimutimu”. Doa orang suci tersebut benar-benar dikabulkan oleh Sang Pemilik Semesta, sebab doa orang-orang yang disayangi oleh-Nya seperti kehendak Sang Pemilik Semesta ini sesuai dengan hadis qudsi riwayat dari Imam al-Bukhari yang berbunyi, “Hamba-Ku terus berusaha mendekat kepada-Ku lewat amal-amal sunnahnya hingga Aku mencintainya. Ketika Aku telah mencintainya; Aku menjadi telinganya, matanya, lidahnya, kakinya, dan tangannya. Dengan-Ku ia mendengar, memandang, berbicara, berjalan, dan memegang”.Sepulang dari rumah orang suci, Nasuh kembali bekerja ke pemandian sebagai orang yang tidak bermain intrik memalukan seperti sebelumnya. Beberapa saat kemudian, terdengar kabar bahwa salah satu pengunjung pemandian telah kehilangan batu permata yang harganya sangat kabar tersebut, Raja memerintahkan petugas untuk melarang semua pengunjung dan pekerja yang berada di tempat kejadian perkara TKP keluar dari area pemandian dan juga memerintahkan untuk melucuti dan menggeledah semua pengunjung dan para petugas kerajaan mulai melaksanakan tugasnya, Nasuh diliputi ketakutan dan kecemasan; sebab jika jenis kelamin dan penyamarannya terbongkar, maka hukuman mati akan menjadi hadiah yang paling mengerikan bagi Nasuh. Ketika giliran Nasuh dilucuti dan digeledah akan tiba, dalam ketakutan Nasuh berdoa kepada Sang Pemilik Semesta agar diberikan keselamatan. Nasuh berdoa hingga terjatuh pingsan dan tak sadarkan diri karena rasa takut yang menjalari seluruh Nasuh perlahan mulai sadar dan bangun, Nasuh telah kehilangan sifat alamiahnya dan berubah menjadi makhluk yang benar-benar baru. Setelah benar-benar sadar, Nasuh mengetahui bahwa permata yang hilang telah ditemukan. Petugas-petugas yang telah mencurigainya berbondong-bondong meminta maaf hari kemudian, sang putri raja mengirim utusan kepada Nasuh yang telah berubah untuk mengeramasi rambutnya. Nasuh yang telah berubah menolak tawaran itu dengan tegas, meskipun itu adalah perintah penting sekaligus hal yang diidam-idamkan oleh Nasuh sebelum berubah sejak lama. Ia takut menempatkan dirinya di jalan godaan lagi dan Tuhan tidak akan memberinya kesempatan lain menyebutkan bahwa setelah Nasuh pingsan, Nasuh berubah menjadi seorang perempuan asli yang bernama Nasuhah. Oleh sebab itu, manusia dianjurkan untuk bertobat dengan taubatan nasuhah. Artinya bertobatlah dengan tobat yang seperti tobatnya Nasuh/Nasuhah, yakni tobat yang sungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya lagi, meskipun ada kesempatan untuk A’lamu Bis Showab
Ilustrasi Salat Foto pixabayDalam hidup, pasti setiap orang pernah merasa menyesal atas suatu perbuatan buruk. Bertaubat merupakan kunci bagi orang-orang yang sadar atas perbuatan tercela dan berniat untuk berubah menjadi lebih baik. Ada beberapa tingkatan taubat yang diajarkan dalam Islam. Pertama, taubat secara lisan dengan mengucap kalimat istighfar saat merasa menyesali suatu perbuatan. Kedua, yakni taubat dari hati, kemudian ada taubat diiringi dengan amal sholeh, dan yang terakhir adalah taubat nasuha yang merupakan taubat sesungguhnya dan semurni-murninya, dilakukan saat seseorang telah membuat suatu kesalahan yang sangat besar dan berniat untuk berubah tidak akan mengulangi sebuah alkisah dalam kitab Al-Matsnawi karya Jalaludin Rumi mengenai tobatnya seorang pemuda bernama kala itu Nasuh bekerja sebagai pelayan di pemandian perempuan. Saat bekerja, ia menyamar dengan berpakaian perempuan agar identitasnya tidak terbongkar. Namun, selalu saat bekerja ia memiliki kebiasaan buruk yang hina yang ia lakukan terhadap para perempuan yang datang ke hari, mata hati Nasuh terbuka. Ia tersadar akan betapa hina perbuatannya itu. Kemudian Nasuh memutuskan untuk meminta pertolongan oleh seorang yang suci dan berharap ampunan dari Allah harinya Nasuh bekerja seperti biasa. Ia sudah tidak lagi melakukan kebiasaan buruknya itu. Namun di hari itu, terdengar kabar bahwa salah satu pengunjung pemandian kehilangan permatanya. Mendengar kabar tersebut, Raja memerintahkan petugas untuk melarang semua pengunjung dan pekerja yang berada di tempat kejadian keluar dari area pemandian dan memerintahkan untuk menggeledah semua pengunjung dan pekerja. Mendengar perintah itu, Nasuh ketakutan karena jika penyamarannya terbongkar, maka hukuman mati akan dijatuhkan padanya. Dalam ketakutan Nasuh berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan hingga terjatuh pingsan dan tak sadarkan diri karena rasa takut yang amat luar Nasuh mulai sadar dan bangun, permata sudah ditemukan sebelum giliran Nasuh diperiksa. Nasuh selamat dari ancaman hukuman mati dan sejak dari itu, Nasuh bertaubat dengan sungguh-sungguh tidak akan kembali pada perbuatan kisah Nasuh, mengajarkan kita untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh dan bertekad tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, meskipun ada kesempatan untuk mengulanginya. Tata Cara Pelaksaan Salat TaubatDikutip dari situs Nahdlatul Ulama, Syekh Nawawi Banten menyampaikan dalam kitabnya Nihâyatuz Zain Bandung Syirkah Al-Ma’arif, tt, hal. 106, bahwa bila taubat yang dilakukan seseorang itu benar maka secara pasti ia akan melebur dosa yang telah dilakukan meskipun itu dosa besar seperti kufur dan lainnya. Salah satu cara untuk memulai langkah bertaubat adalah dengan melakukan salat sunnah dua rakaat yang disebut salat salat taubat tidak berbeda dengan pelaksanaan salat pada umumnya. Adapun niat salat taubat adalah أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ “Ushallî sunnatat taubati saya berniat shalat sunnah taubat.” Setelah selesai salat dua rakaat kemudian dilanjutkan bertaubat dengan membaca istighfar yang disertai dengan penyesalan, tekad kuat untuk menjauhkan diri dari perilaku dosa dan tidak akan mengulanginya lagi. Namun demikian Syekh Nawawi juga menganggap sah salat taubat yang dilakukan setelah orang yang bersangkutan bertaubat, bukan sebelumnya.
Jakarta - Zina adalah perbuatan keji yang diharamkan dalam agama Islam. Bahkan dalam Al-Qur'an, Allah SWT secara khusus menyebutkan zina sebagai perbuatan yang termasuk salah satu perbuatan dosa besar yang tidak akan diampuni, kecuali pelakunya melakukan taubat nasuha. Surat Al-Isra ayat 32 menyebutkan larangan mendekati zinaوَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا Arab-Latin Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlāArtinya "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."Mengutip buku Masih Adakah Surga bagi Anak Durhaka? oleh Rizem Aizid, disebutkan kisah tentang seorang pemuda yang taubatnya diterima Allah ini dibagikan oleh Syekh asy-Syibli. Suatu ketika, Syekh asy-Syibli memasuki sebuah perkampungan. Di sana, ia bertemu seorang pemuda yang usianya masih belia. Pemuda itu bertubuh kurus, rambutnya kusut penuh debu, dan baju yang dipakainya pun kali Syekh asy-Syibli melihatnya, pemuda itu sedang membolak-balikkan pipinya di tanah makam. Selanjutnya, pemuda itu memandang ke langit, danmenundukkan kepalanya sangat lama. Melihat pemandangan tersebut, Syekh asy-Syibli ini juga terlihat menangis sambil terus mengucap doa, dzikir dan memohon ampunan Allah SWT. Saking sungguh-sungguhnya, pemuda ini sama sekali tidak memperdulikan keadaan asy-Syibli kemudian mendekati pemuda itu. Namun pemuda ini justru lari asy-Syibli memanggil pemuda ini, "Wahai Kekasih Allah, kasihanilah aku," teriaknya."Allah," jawab pemuda itu."Dengan hak Allah, aku mohon agar engkau sabar menungguku," ujar Syekh asy-Syibli yang kelelahan mengejarnya."Allah," jawab pemuda itu."Bila perkataanmu itu benar, maka tunjukkanlah kesungguhanmu dalam beribadah kepada Allah," kata Syekh asy-Syibli."Ya Allah," teriak pemuda itu, lebih teriakan itu, tiba-tiba tubuh pemuda tersebut terkulai lemas, dan jatuh ke tanah. Ketika Syekh asy-Syibli memeriksanya, ternyata pemuda tersebut telah meninggal dunia. Syekh asy-Syibli sangat takjub melihat kesungguhannya beribadah. Kemudian, Syekh asy-Syibli mengucapkan laa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil ' itu, Syekh asy-Syibli bergegas mengurus jenazah pemuda tersebut. Ia letakkan jenazah pemuda ini di tempat yang baik, lalu ia pergi untuk menyiapkan perlengkapan untuk terkejutnya Syekh asy-Syibli ketika melihat jenazah pemuda yang tadi ia taruh hilang tanpa bekas. la pun mengira kalau jenazah itu sudah diurus oleh orangyang lewat, saat dirinya atas izin Allah SWT terjadilah dialog antara Syekh asy-Syibli malaikat."Wahai Syibli! Akulah yang mengurus jenazah pemuda itu. Tidak ada orang lain yang mengurus jenazahnya, kecuali para malaikat. Oleh karena itu, senantiasa lah engkau beribadah kepada Tuhanmu, dan bershadaqahlah dengan hartamu. Pemuda ini tidak bisa mencapai derajat tertinggi seperti sekarang ini, kecuali dengan bershadaqah," ucap suara misterius dari dari Allah SWT Pemuda ini mendapat hidayah sebelum bertaubat kepada Allah SWT. Hidayah ini berupa mimpi yang dikirimkan malaikat atas perintah Allah SWT."Apa shadaqah yang telah dilakukannya sehingga ia mencapai derajat tertinggi?" tanya Syekh asy-Syibli."Wahai Syibli! Sesungguhnya, dahulu ia adalah pemuda yang durhaka, fasik, dan pezina. Lalu, Allah menurunkan mimpi yang menakutkan kepadanya. Dalam mimpi tersebut, kemaluannya berubah menjadi ular yang berputar-putar hingga masuk mulutnya. Ular itu, kemudian, mengeluarkan api yang menyala-nyala, hingga menghanguskan seluruh tubuh pemuda tersebut pun terbangun dengan ketakutan yang luar biasa. la sadar bahwa jalan hidupnya sesat, selalu mengumbar hawa nafsu. Kemudian, ia bertaubat kepada Allah dan menyesali perbuatan maksiatnya. Sisa hidupnya diisi dengan beribadah kepada Allah. Selama dua belas tahun ia beribadah, memohon ampunan, dan berdoa agar mati dalam keadaan khusnul khatimah."Kemudian, suara itu melanjutkan, "Sebelum meninggal dunia, kemarin, ia bertemu dengan seorang pengemis yang minta makan. Namun, karena tidak mempunyai makanan, ia memberikan baju yang sedang dipakainya kepada pengemis tersebut. Saat itu, si pengemis sangat gembira sekali. la lantas mendoakan pemuda itu agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Allah pun mengabulkan doa si pengemis itu."Berkat taubat nasuha dan sedekah yang dilakukan dengan ikhlas, pemuda ini bisa meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Simak Video "Pentingnya Kita Bertaubat" [GambasVideo 20detik] dvs/lus