Daftarrangkuman kode ICD 10 yang paling sering di temukan di puskesmas. K74 Cirrosis Hepatis K80 Cholelithiasis K92.0 Haematemesis K92.1 Melaena PENYAKIT KULIT Kelompok KELOMPOK PENYAKIT INFEKSI KULIT L01 Impetigo L02 Abses Kulit (Cutaneous abscess, furuncle and carbuncle) L03 Cellulitis L08.0 Pyoderma L10 Pemphigus L20 Dermatitis Atopic Kode ICD 10 penyakit cacing tambang : B68) Diperkirakan sekitar 576 - 740 juta orang di dunia terinfeksi dengan cacing tambang. Di Indonesia insiden tertinggi ditemukan terutama didaerah pedesaan khususnya perkebunan. Seringkali golongan pekerja perkebunan yang langsung berhubungan dengan tanah, mendapat infeksi lebih dari 70%. Keluhan KodeICD 10 - Bagi anda yang bekerja di pukesmas ataupun rumah sakit sudah tidak asing mendengar istilah kode diagnosa, Infeksi kulit dan jaringan subkutan: L 00 - L 08: 962: Infeksi lainnya yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual: A 57 - A 64: 963: infeksi luka oprasi (ILO) T81.4: 964: PembahasanKode icd 10 Kode icd 10 DHF (dengue hemorrhagic fever) Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever adalah infeksi virus yang menyakitkan dan melemahkan yang menyerang tubuh seseorang, menyebabkan beberapa gejala indikatif termasuk demam tinggi. Ini adalah penyakit menular yang dapat ditularkan melalui satu-satunya pembawa - nyamuk. Penularanmelalui kontak langsung dengan agen penyebab. Sumber penularan dapat berasal dari manusia (jamur antropofilik), binatang (jamur zoofilik) atau dari tanah (jamur geofilik). (Kode ICD 10 Dermatofitosis : B35) Keluhan. Pada sebagian besar infeksi dermatofita, pasien datang dengan bercak merah bersisik yang gatal. KKPMTIII 10 ICD-10 CHAPTER XII DISEASES OF THE SKIN and SUBCUTANEOUS TISSUE (L 00 -L 99) (PENYAKIT KULIT dan JARINGAN BAWAH KULIT) Disusun oleh dr. Mayang Anggraini Naga (Revisi 2016) 1. KOMPETENSI Mampu Menentukan kode Penyakit Kulit dan Jaringan di Bawah Kulit Dengan benar dan tepat Sesuai kondisi yang disandang pasien 2. KodeICD 10 Diagnosis dalam Bahasa Indonesia; Otitis externa: H60: Otitis eksterna (Radang atau Infeksi Pada Telinga Luar) Abscess of external ear: H60.0: Abses pada telinga luar: Abscess of external ear unspecified ear: H60.00: Abses pada telinga luar pada telinga yang tidak spesifik: Abscess of right external ear: H60.01: Abses pada telinga luar kanan 0 2888. Daftar kode diagnosis penyakit otomikosis. Salam hangat para pejuang koder ICD X. Seperti biasa pada label ini kami akan berbagi kode, dimana kali ini adalah kode ICD 10 otomikosis atau infeksi jamur pada telinga. Mudah-mudahan membantu pekerjaan Anda. ο»ΏAtype 1 excludes note is a pure excludes. It means "not coded here". A type 1 excludes note indicates that the code excluded should never be used at the same time as A00-B99.A type 1 excludes note is for used for when two conditions cannot occur together, such as a congenital form versus an acquired form of the same condition. Kaliini kita akan membahas seputar Kode ICD 10 GEA (Gastroenteritis Akut) Untuk kode Gastroenteritis akut akibat Infeksi maka digunakan Kode A09. Kulit yang 'mengendur' saat dicubit. Tanda-tanda dehidrasi pada siapa saja, terutama bayi dan anak-anak, orang tua, dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah, menjadi alasan untuk segera qz1WUX. Advanced Search Help Advanced search lets you search selected properties of the classification. You could search all properties or a selected subset only First, you need to provide keywords in the Search Text field then check the properties that you'd like to include in the search. The system will search for the keywords in the properties that you've checked and rank the results similar to a search engine The results will be displayed in the Search Results pane. If the search query hits more than 200 results, then only the top 200 will be displayed. If you provide more than one keyword, the system will search for items that have all the keywords. Wildcards You may also use wildcard character * . see examples below. OR operator It's possible to have the results that have either one or another keyword. Please see the example 4. Examples 1. Search Text diabetes {finds all that have the word "diabetes" in the searched fields} 2. Search Text diabet* {finds all that have a word that start with "diabet" } 3. Search Text diabet* mellitus {finds all that have a word that starts with "diabet" and also contains the word "mellitus"} 4. Search Text tubercul* lung OR larynx { finds all that have a word that starts with "tubercul" and than has either lung OR larynx in it Search Results After the search the results are displayed at the lower right area of the screen. Here the porgram lists the titles of the ICD categories in which your search keywords are found. Clicking on any result will take you to that category You may close the advanced search window by clicking the X at the top left corner of the window. The search results pane can be resized by dragging the horizontal line above it 10 November 2018 Kedokteran Dermatofitosis / Tinea atau Jamur DefinisiKeluhanFaktor RisikoPemeriksaan FisikPemeriksaan PenunjangDiagnosis KlinisKlasifikasi DermatofitosisDiagnosis BandingKomplikasipengobatan Penyakit Jamur KulitKonseling dan EdukasiPrognosisKode ICD 10 Definisi Dermatofitosis adalah penyakit jamur kulit yang memiliki sifat mencernakan keratin di jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya stratum korneum pada epidermis, rambut, dan kuku. Penularan melalui kontak langsung dengan agen penyebab. Sumber penularan dapat berasal dari manusia jamur antropofilik, binatang jamur zoofilik atau dari tanah jamur geofilik. Kode ICD 10 Dermatofitosis B35 Keluhan Pada sebagian besar infeksi dermatofita, pasien datang dengan bercak merah bersisik yang gatal. Adanya riwayat kontak dengan orang yang mengalami dermatofitosis. Faktor Risiko Lingkungan yang lembab dan panas Imunodefisiensi Obesitas Diabetes Melitus Pemeriksaan Fisik Gambaran umum penyakit jamur kulit Lesi berbentuk infiltrat eritematosa, berbatas tegas, dengan bagian tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah, dan konfigurasi polisiklik. Lesi dapat dijumpai di daerah kulit berambut terminal, berambut velus glabrosa dan kuku. Pemeriksaan Penunjang Bila diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan KOH, akan ditemukan hifa panjang dan artrospora. Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan Pemeriksaan Fisik. Bila diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang. Klasifikasi Dermatofitosis Klasifikasi dermatofitosis yang praktis adalah berdasarkan lokasi, yaitu antara lain Tinea kapitis, dermatofitosis pada kulit dan rambut kepala Tinea barbe, dermatofitosis pada dagu dan jenggot Tinea kruris, pada daerah genitokrural, sekitar anus, bokong, dan perut bagian bawah. Tinea pedis et manum, pada kaki dan tangan Tinea unguium, pada kuku jari tangan dan kaki Tinea korporis, pada bagian lain yang tidak termasuk bentuk 5 tinea di atas. Bila terjadi di seluruh tubuh disebut dengan tinea imbrikata. Diagnosis Banding a. TINEA KORPORIS Dermatitis numularis. Pytiriasis rosea. Erythema annulare centrificum. Granuloma annulare. b. TINEA KRURIS Candidiasis. Dermatitis Intertrigo. Eritrasma. c. TINEA PEDIS Hiperhidrosis. Dermatitis kontak. Dyshidrotic eczema. d. TINEA MANUM Dermatitis kontak iritan Psoriasis e. TINEA FASIALIS Dermatitis seboroik Dermatitis kontak Komplikasi Jarang ditemukan, dapat berupa infeksi bakterial sekunder. pengobatan Penyakit Jamur Kulit a. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian handuk/pakaian secara bersamaan harus dihindari. b. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu dengan c. Antifungal topikal seperti krim klotrimazol, mikonazol, atau terbinafin, yang diberikan hingga lesi hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk mencegah rekurensi. d. Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi topikal, dilakukan pengobatan sistemik dengan Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g untuk orang dewasa dan 0,25 – 0,5 g untuk anak-anak sehari atau 10-25 mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis. Golongan azol, seperti Ketokonazol 200 mg/hari, Itrakonazol 100 mg/hari, atau Terbinafin 250 mg/hari Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada pagi hari setelah makan. Konseling dan Edukasi Pasien penyakit jamur kulit diedukasi mengenai penyebab dan cara penularan penyakit. Edukasi pasien dan keluarga juga untuk menjaga hygienetubuh, namun penyakit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya. Prognosis Pasien dengan imunokompeten, prognosis umumnya bonam, sedangkan pasien dengan imunokompromais, quo ad sanationamnya menjadi dubia ad bonam. Kode ICD 10 Kode ICD X Penyakit Jamur Kulit adalah B35 About The Author dr. Agus Haryono KKPMT IV SESI 3 dan 4 ICD-10 CHAPTER XII Disusun oleh dr. Mayang Anggraini Naga RM-MIK – U-EU - Jakarta Revisi 2015 1 KOMPETENSI Mampu Menentukan kode Diseases of Skin & Subcutaneous tissue Penyakit Kulit dan Jaringan di Bawah Kulit Dengan benar dan tepat Sesuai nkondisin yang disandang pasien 2 KEKHUSUSAN BAB XII Diseases of the skin and subcutaneous tissue L 00 -L 99 Perhatikan Excl. yang ada di bawah judul BAB ini [531] BAB ini terbagi dalam blok L 00 – L 08 Infeksi kulit dan jaringan subcutaneous L 10 – L 14 Bullous disorders L 20 – L 30 Dermatitis dan eczema L 40 – L 45 Papulosquamous disorders L 50 – L 54 Urticaria & erythema L 55 – L 59 Radiation-related disord. of the skin. . . L 60 – L 75 Disord. of skin appendages L 80 – L 99 Other disord. of the skin & subcut. tissue 3 Lanjutan Ada enam 6 kategori bertanda * L 14* Gangguan Bullous pd penyakit di bagian lain L 45* Gangguan Papulosquamous pd peny. di bag. lain L 54* Erythema pada penyakit di bagian lain L 62* Gangguan Kuku pada penyakit di bagian lain L 86* Keratoderma pada penyakit di bagian lain L 99* Gangguan lain pada penyakit di bagian lain Bila kode tersebut di atas akan diterapkan harus cari partner kode yang bertanda dagger 4 Bab XII dibagi dalam Block Blok L 00 -L 08 Infections of the skin and subcutaneous tissue Infeksi kulit dan jaringan di bawah kulit Ada keterangan di [532] Use additional code B 95 -97, bila dikehendaki, untuk mengidentifikasi agen infeksinya. Cari di antara nomor code B 95 -B 97 untuk menjelaskan nama kuman penyebab infeksi terkait sebagai code tambahan Perhatikan keterangan Note di [161] berkaitan dengan aturan pemanfaatan nomor code B 95 -B 97 5 Lanjutan Contoh Carbuncle di muka karena infeksi streptokokal A L 02. 0 B 95. 0 Paronychia akibat infeksi staphylokokal L 03. 0 B 95. 8 Cellulitis organs genital eksternus pada wanita N 76. 4 pria N 48. 2 atau N 49. N 76 ada Use additional. . . B 95 -B 98 Beda dengan Lymphadenitis akut pada muka akibat TB A 18. 4 6 Lanjutan β€’ L 00. X Staphylococcal scalded skin syndrome Incl. . . Excl. . . . β€’ L 01 Impetigo Excl. . . . L 01. 0 Impetigo [any organism] [any site] L 01. 1 Impetiginizatiion of other dermatoses β€’ L 02 Cutaneous abscess, furuncle & carbuncle Incl. . . Excl. . . . L 02. 0, L 02. 2 dan L 02. 3 ada Excl. . . . L 02. 1; L 02. 4 dan L 02. 8; L 02. 9 7 Lanjutan β€’ L 03 Cellulitis Incl. . . . Excl. . . . L 03. 0; L 03. 1; L 03. 2 dan L 03. 8; L 03. 9. Pada L 03. 3 ada Excl. . . . β€’ L 04 Acute lymphadenitis Incl. . . . Excl. . . . L 04. 0; L 04. 1; L 04. 2; L 04. 3 dan L 04. 8; L 04. 9. β€’ L 05 Pilonidal cyst Incl. . . . L 05. 0 dan L 05. 9. 8 Lanjutan β€’ L 08 Other local infections of skin & subcut. . L 08. 0 Pyoderma Dermatitis - purulent - septic - suppurative Excl. . . . L 08. 1 Erythrasma, dan L 08. 8; L 08. 9 9 L 10 - L 14 * Bullous disorders Gangguan dengan UKK berbentuk bullous = pelepuh bulat besar bercairan [536 -537] Excl. . . L 10 Pemphigus Excl. . . . L 10. 0; L 10. 1; L 10. 2; L 10. 3; L 10. 4 ; L 10. 8; L 10. 9 L 10. 5 Drug-induced pemphigus Use additional ext. cause code. . . L 11 Other acantholytic disorders L 11. 0 ada Excl. . . . L 11. 1; L 11. 8; L 11. 9 10 Contoh L 10. 5 Drug-induced pemphigus Ada perintah Use additional external cause code Chapter XX, bila dikehendaki untuk identifikasi obat/zat penyebabnya. Bisa dicari di Bab XX, atau menelusuri langsung di Seksi III Indeks Alfabetik ICD-10 Vol. 3 bila nama generik/kimianya diketahui. Pemphigus akibat alergi penicilline dalam periode terapi rheumatik jantung 802 Penicillin any L 10. 5 T 36. 0 Y 40. 0 11 Lanjutan-1 β€’ L 12 Pemphigoid Excl. . . . L 12. 0; L 12. 1; L 12. 2; L 12. 8; L 12. 9 L 12. 3 ada Excl. . . . β€’ L 13 Other bullous disorders L 13. 0; L 13. 1; L 13. 8; L 13. 9 β€’ L 14*. X Bullous disorders in diseases classified elsewhere. 12 Dermatitis and eczema L 20 -L 30 Dermatitis dan eksim Perhatikan Note yang ada di bawah judul Blok ini [ 537 -542] yang menjelaskan bahwa istilah dermatitis dan eksim digunakan secara sinonymous dan berganti-gantian. Contoh Eksim infantile akut L 20. 8 Neurodermatitis diffuse L 20. 8 Dermatitis karena alergi salep anti-jamur L 23. 3 T 49. 0 X 44. - , bila kejadian di rumah X 44. 0 Eksim akibat iritasi detergents Eksim pada telinga luar L 24. 0 H 60. 5 13 Lanjutan β€’ L 20 Atopic dermatitis Excl. . . . L 20. 0 dan L 20. 8; L 20. 9. β€’ L 21 Seborrhoeic dermatitis Excl. . . . L 21. 0; L 21. 1 dan L 21. 8; L 21. 9. β€’ L 22. X Diaper [napkin] dermatitis Incl. . . . β€’ L 23 Allergic contact dermatitis Incl. . . . Excl. . . . L 23. 0; L 23. 1; L 23. 2; L 23. 4; L 23. 5; L 23. 7 dan L 23. 8; L 23. 9. Pada L 23. 3 dan L 23. 6 ada Excl. . . . 14 Lanjutan β€’ L 24 Irritant contact dermatitis Incl. . . . Excl. . . . L 24. 0; L 24. 1; L 24. 2; L 24. 3; L 24. 5; L 24. 7; dan L 24. 8; L 24. 9. Pada L 24. 4 dan L 24. 6 ada Excl. . . . β€’ L 25 Unspecified contact dermatitis Incl. . . . Excl. . . . L 25. 0; L 25. 2; L 52. 3; L 25. 5 dan L 25. 8; L 52. 9. Pada L 25. 1 ada Use additional external. . Pada L 25. 1 dan L 25. 4, L 52. 3 ada Excl. . . . β€’ L 26. X Exfoliative dermatitis Incl. . . . Excl. . . . 15 Lanjutan β€’ L 27 Dermatitis due to subst. taken intern. . . Excl. . . . Pada L 27. 0, L 27. 1 ada Use additional. . . Pada L 27. 2 ada Excl. . . . L 27. 8; L 27. 9. β€’ L 28 Lichen simplex chronicus & prurigo L 28. 0; L 28. 1 dan L 28. 2. β€’ L 29 Pruritis Excl. . . . L 29. 0; L 29. 1; L 29. 2; L 29. 3 dan L 29. 8; L 29. 9. β€’ L 30 Other dermatitis Excl. . . . L 30. 0; L 30. 1; L 30. 2; L 30. 3; L 30. 4; L 30. 5 dan L 30. 8; L 30. 9. 16 L 40 -L 45 Papulosquamous disorders Gangguan dengan papulosquamous [ 542 -543] L 40 Psoriasis L 40. 0; L 40. 1; L 40. 2; L 40. 3; L 40. 4; L 40. 8; L 40. 9 L 40. 5 Arthropathic psoriasis M 07. 0 - M 07. 3*, M 09. 0* L 41 Para psoriasis Excl. . . . L 41. 0; L 41. 1; L 41. 2; L 41. 3; L 41. 4; L 41. 5 dan L 41. 8; L 41. 9 L 42 Pityriasis rosea 17 Lanjutan L 43 Lichen planus Excl. . . . L 43. 0; L 43. 1; L 43. 3; L 43. 8; L 43. 9 L 43. 2 Lichenoid drug reaction Use additional external cause code …. L 44 Other papulosquamoue disorders L 44. 0; L 44. 1; L 44. 2; L 44. 3; L 44. 4; L 44. 8; L 44. 9 L 45* Papulosquamous dis. in diseases classified elsewhere 18 L 50 -L 54 Urticaria and erythema [544 -545] Excl. Lyme disease A 69. 2 rosacea L 71. - L 50 Urticaria Excl. …. L 50. 0; L 50. 1; L 50. 2; L 50. 3; L 50. 4; L 50. 5; L 50. 6 dan L 50. 8; L 50. 9 L 53. 0 Toxic erythema Use additional …. L 51 Erythema multiforme L 51. 0; L 51. 1; L 51. 2 dan L 51. 8; L 51. 9 19 Lanjutan L 52 L 53 Erythema nodusum Other erythematous conditions Excl. . . . L 53. 0 Toxic erythema Excl. . . L 53. 1; L 53. 2; L 53. 3 dan L 53. 8; L 53. 9 L 54* Erythema in diseases classified elsew. L 54. 0* dan L 54. 8* 20 L 55 - L 59 Radiation-related disorders of the skin and subcutaneous tissue [545 -546] Gangguan kulit dan jaringan di bawah kulit terkait radiasi L 55 Sunburn dirinci sesuai derajat sunburnnya. L 56 Other acute skin changes due to ultraviolet radiation dirinci apa gangguan akibat phototoxic atau photo allergic response, atau photocontact atau polymorphous light eruption, atau perubahan kulit akibat UV. 21 Lanjutan-1 L 56. 0 L 56. 1 L 56. 2; L 56. 3; L 56. 4 dan L 56. 8; L 56. 9 L 57 Skin changes due to chronic exposure to nonionizing radiation L 57. 0; L 57. 1; L 57. 2; L 57. 3; L 57. 4; L 57. 5 dan L 57. 8; L 57. 9 L 58 Radiodermatitis L 58. 0 acute; L 58. 1 Chronic; L 58. 9 unspecified 22 Lanjutah-2 L 59 Other disorders of skin and subcutaneous tissue related to radiation. L 59. 0 Erythema ab igne [dermatitis ab igne] L 59. 8 Other specified disorders of skin and subcutaneous tissue related to radiation L 59. 9 Disorder of skin and subcutaneous tissue related to radiation, unspecified. 23 L 60 - L 75 Disorders of skin appendages [547 -550] Excl. congenital malforamation of integument Q 84. - L 60 Nail disorders gangguan kuku Excl. . . . L 60. 0; L 60. 1; L 60. 2; L 60. 3; L 60. 4; L 60. 5 dan L 60. 8; L 60. 9 L 62* Nail disorders in diseases classified elsewhere gangguan kuku akibat penyakit yang terklasifikasi di bagian lain nomor Code harus pakai tanda L 62. 0* dan L 62. 8* 24 Lanjutan-1 L 63 L 64 L 65 L 66 L 67 Alopecia botak areata L 63. 0; L 63. 1; l 63. 8 dan L 63. 9 L 63. 2 Ophiasis ophiosis = alopecia areata > children Androgenic alopecia Other nonscarring hair loss Cicatrical alopecia [Scarring hair loss] Hair colour and hair shaft abnormalities Diagnosis botak hendaknya dijelaskan causanya. 25 Lanjutan -2 [548 -550] L 67 Hair colour and hair abnormalities Warna rambut dan abnormalitas rambut Excl. monilethrix Q 84. 1 pili annulati Q 84. 1 telogen effluvium L 65. 0 L 67. 0; L 67. 1 dan L 67. 8; L 67. 9 L 68 Hypertrichosis Rambut terlalu lebat Incl. . . . Excl. . . . L 68. 0 dan L 68. 1 ada Use addit. external …. L 68. 2; L 68. 3 dan L 68. 8; L 68. 9 26 Lanjutan L 70 Acne Jerawat Excl. acne keloid L 73. 0 Masing digit ke 4 merinci tentang jenis jerawat. L 70. 0; L 70. 1; L 70. 2; L 70. 3; L 70. 4; L 70. 5 L 70. 8 Other acne dan L 08. 9 Acne unspec. L 71 Rosacea L 71. 0 Use additional external cause code Chap. XX, if desired, to identify drug, if drug induced L 71. 1 dan L 71. 8; L 71. 9 27 Lanjutan-3 L 72 Follicular cysts of skin and subcutaneous t. L 72. 0; L 72. 1; L 72. 2 dan L 72. 8; L 72. 9 L 73 Other Follicuar disorders L 73. 0; L 73. 1; L 73. 2 dan L 73. 8; L 73. 9 28 Lanjutan-4 L 75 Apocrine sweat disorders Excl. dyshidrosis [pompholyx] L 30. 1 hidradenitis suppurative [L 73. 2] L 75. 0; L 75. 1; L 75. 2 dan L 75. 8; L 75. 9 L 74 Ecrine sweat disorders Excl. hyperhydrosis R 61. - L 74. 0 Miliaria rubra biang keringat L 74. 1; L 74. 2; L 74. 3; L 74. 4; L 74. 8; L 74. 9 L 75 Apocrine sweat disorders Excl. . . . L 75. 0; L 75. 1; L 75. 2 dan L 75. 8; L 75. 9. 29 L 80 -L 99 Other disorders of the skin and subcutaneous tissue Gangguan lan pada kulit dan jaringan di bawah kulit [551 -556] L 80. X L 81 Vitiligo Gangg. UKK bercak putih-putih Gangguan terkait pigmentasi Excl . . . L 81. 0; L 81. 1 s/d L 81. 9 L 82. X Seborrhoeic keratosis Incl. . . . L 83. X Acanthosis nigricans Incl. . . . L 84. X Corns and callosities kulit menebal, kapalan Incl. . . . 30 Lanjutan L 85 Other epidermal thickening Excl. . . . L 85. 0 dan L 85. 1 ada Excl. . . L 85. 3 dan L 85. 8; L 85. 9 L 86*. X L 87 L 88. X Keratoderma in diseases classified els. Incl. follicular keratosis due to a vit. A xeroderma def. E 50. 8 Transepidermal elimination disorders Excl. . . . L 87. 0; L 87. 1; L 87. 2 dan L 87. 8; L 87. 9 Pyoderma gangrenosum Incl. . . 31 Lanjutan L 89 Decubitus ulcer Note . . . Incl. . . . Excl. . . . L 89. 0 Stage I; L 89. 1 Stage II; L 89. 2 Stage III; L 89. 3 Stage IV dan L 89. 9 L 90 Atrophic disorders of skin L 90. 0 dan L 90. 5 ada Excl. . . . L 90. 1; L 90. 2; L 90. 3; L 90. 4; L 90. 6; L 90. 8; L 90. 9 32 Lanjutan L 91 Hypertrophic disorders of skin L 91. 0 ada Excl. . . L 91. 8 dan L 91. 9 L 92 Granulomatous disorders of skin and subcutaneous tissue L 92. 0; L 92. 2; L 92. 3 dan L 92. 8; L 92. 9 L 92. 1 ada Excl. . . . L 93 Lupus erythematosus Use additional external cause. . Excl. . . . L 93. 0; L 93. 1 dan L 93. 2 33 Lanjutan-8 L 94 Other localized connective tissue disorders Excl. . . . L 94. 0; L 94. 1; L 94. 2; L 94. 3; L 94. 4; L 94. 5; L 94. 6 dan L 94. 8; L 94. 9 L 95 Vasculitis limited to skin, NEC Excl. . . . L 95. 0; L 95. 1 dan L 95. 8; L 95. 9 L 97. X Ulcer of lower limb, NEC Excl. . . . 34 Lanjutan L 98 Other disorders of skin and subcut. tissue, NEC L 98. 0; L 98. 1; L 98. 2; L 98. 3 dan L 98. 8; L 98. 9 L 98. 4, L 98. 5 dan L 98. 6 ada Excl. . . . L 99* Other disorders of skin and subcut. tissue pada penyakit terklasifikasi di bagian lain. code pasangan harus bertanda L 99. 0* Amyloidosis of skin L 99. 8* Other spec. disor. Of skin. . . 35 Latihan Soal β€’ β€’ β€’ 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Trichorrhexis invaginata Botak androgen akibat obat Dermatitis kontak akibat kosmetik Psoriasis arthropathic Granuloma annulare Discoid lupus erythematosus Focal oral mucinosis Acute dermatitis sehabis makan fresh seafood Jaringan parut keloid berat akibat jerawat Penebalan dinding epidermal akibat gangguan kulit hipertrofi 36 Lanjutan β€’ 11. Bedah plastik jaringan parut luka bakar yang terjadi 2 tahun sebelumnya β€’ 12. Kiste pada skrotum β€’ 13. Sinus pilonidal disertai abscess β€’ 14. Keloid jaringan parut β€’ 15. Akne rosasea β€’ 16. Abses anggota badan kanan β€’ 17. Ulkus dekubitus β€’ 18. Keratosis seboroik β€’ 19. Kuku jari kaki tumbuh ke dalam terinfeksi β€’ 20. Hidradenitis suppurativa. 37 Jawaban Soal Latihan β€’ β€’ β€’ 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Trichorrhexis invaginata L 67. 0 Botak androgen akibat obat L 64. 0 Dermatitis kontak akibat kosmetik L 25. 0 Psoriasis arthropathic L 40. 5 L 90. 5 M 07. 3* 9 Granuloma annulare L 92. 0 Discoid lupus erythematosus L 93. 0 Focal oral mucinosis L 13. 7 Acute dermatitis sehabis makan fresh seafood L 27. 2 Jaringan parut keloid berat akibat jerawat L 73. 0 Penebalan dinding epidermal akibat gangguan kulit hipertrofi L 91. 8 38 Lanjutan β€’ 11. Bedah plastik jaringan parut luka bakar yang terjadi 2 tahun sebelumnya Z 42. 9 L 90. 5 T 95. 9 β€’ 12. Kiste pada skrotum L 72. 9 Y 87. 2 β€’ 13. Sinus pilonidal disertai abscess L 05. 0 β€’ 14. Keloid jaringan parut L 91. 0 β€’ 15. Akne rosasea L 71. 9 β€’ 16. Abses anggota badan kanan L 02. 2 β€’ 17. Ulkus dekubitus L 89 β€’ 18. Keratosis seboroik L 82 β€’ 19. Kuku jari kaki tumbuh ke dalam terinfeksi L 60. 0 β€’ 20. Hidradenitis suppurativa. L 73. 2 39 40 KKPMT IV SESI 4 SOAL LATIHAN MANDIRI ICD-10 CHAPTER XII 41 SOAL LATIHAN MANDIRI 1. 2. 3. Gatal pada kulit kepala karena alergi terhadap obat cat rambut Kelopak mata bengkak setelah minum aspirin Bisul pada ketiak, akibat infeksi kuman Streptokokal 4. Bullous kronik pada anak usia 7 tahun 5. Pemphigus, bayi baru lahir 6. Gatal-gatal pada muka sehabis makan udang 7. Biang keringat pada anak 5 tahun 8. Subacute cutaneous LE 9. Abces kuku karena menusuk ke dalam kulit 10. Alopecia pada bapak-bapak 11. Merah meradang pada daerah pantat akibat pampers bayi 12. Kontak eksim akibat irritasi minyak mobil No No No No 42 JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN MANDIRI 1. Gatal pada kulit kepala karena alergi terhadap No L 23. 2 atau obat cat rambut 196 [538] due to dyes No L 23. 4 2. Kelopak mata bengkak setelah minum aspirin No H 01. 0 79 [380] [964] No H 01. 1 Y 45. 1 3. Bisul furuncle/abscess pada ketiak, akibat infeksi kuman Streptococcal 293 see also Abscess 17 -18 [533 532] Use additional code … L 02. 4 B 95. 5 Apabila node-limfatiknya terkena maka L 04. 2 4. Bullous kronik pada anak usia 7 tahun No L 13. 9 dermatitis bullous 196 [537] Apabila causanya adalah suatu penyakit …. L 14* 5. Pemphigus, bayi baru lahir 505 [532] No L 00 Perhatikan juga keterangan pada Incl. . . . Excl. . . . [532] 43 JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN MANDIRI 6. Gatal-gatal pada muka sehabis makan udang No L 27. 2 Dermatitis 195 196 [541]. Perhatikan rincian dermatitis. 7 Biang keringat pada anak 5 tahun Miliaria alba 425 [550] No L 74. 1 8. Subacute cutaneous LE 403 [554] No L 93. 1 9. Abces kuku karena menusuk ke dalam kulit No L 03. 0 20 [534] 10. Alopecia pada bapak-bapak 41 [547] No L 64. 9 Baca includes pada L 64 male-pattern baldness 11. 12. Merah meradang pada daerah pantat akibat pampers bayi rash, napkin 549 [538] Kontak eksim akibat irritasi minyak mobil 245 196 [539] No L 22 No L 24. 1 44